Maaf…. Bukannya aku tidak mau datang, hadir di acara yang penting ini,, Bukannya aku tidak ingin melihatmu menerima satu lagi tanggung jawab yang diberikan Tuhan kepadamu.. Bukannya aku menyepelekan momen ini… Tapi ketiadaan orang yang mampu menarikku, menyeretku, memaksaku untuk hadir disanalah yang membuatku membatalkan rencanaku.
Memang,, anggap aku ini seperti keledai, yang minim inisiatif..yang minim ketegasan… Maki aku.. Kau boleh marah padaku… Kau boleh maki aku, teman… Kau pun boleh tidak suka padaku,, kecewa pada sikapku…. Tapi satu hal yang perlu kau tahu, aku disini di dalam kamar yang sebentar lagi, cepat atau lambat akan ku tinggalkan ini, aku berdoa kepadaNya supaya engkau dapat menjadi manusia yang lebih baik…
Kau tahu,,, aku sebenarnya benci dengan diriku sendiri,,, kenapa tidak ada yang mau menampar aku, mencambuk aku agar aku berangkat kesana untuk menghadiri acara yang satu kali dalam hidupmu itu… Hanya hangatnya tetesan air mata ini yang bisa menetes,,, kau bayangkan, air mata saja kecewa atas semua tingkah lakuku ini, dia memutuskan untuk keluar dari dalam diriku… Aku merasa kecewa atas diriku sendiri karena aku sangat tahu dengan pasti bagaimana situasi hatimu, saat orang mendapatkan kesempatan menerima momen di hari ini. Kau pasti ingin dilihat keluarga, sanak famili, teman dan kerabat… Ingin sahabat-sahabatmu berkumpul bersama di rumahmu,, bersama-sama makan malam bersama….
Teman…. Aku pernah merasakan momen ini… momen yang bagiku sangat indah…bersama keluarga, tertawa gembira karena berkat dari Tuhan ini yang menandakan kau telah dewasa dalam iman… semua orang seperti berpesta merayakan momen ini. tapi kau saat ini,, aku bisa bayangkan momen ini, saat kau menerima momen ini di negeri orang,, minim sahabat dan teman apalagi saudara.. Siapa yang menyaksikanmu, teman… siapa yang melihat dirimu diberkati…. Hati ini sakit saat detak jam beranjak pada waktunya…Yang seperti berkata: Inikah yang disebut teman, sahabat?? Aku tidak bisa memerankan peranku sebagai temanmu saat ini. Satu hal yang pasti Teman…aku hanya berharap semoga momen ini menjadi yang terbaik untukmu…
Aku tak tau kenapa aku jadi begitu menjijikan seperti ini… sok melankolis,, sifat yang sangat aku hindari selama ini… mungkin keadaan di tanah rantau ini, yang membangun karakterku menjadi seperti ini… satu hal yang aku pahami adalah aku seperti ini karena aku telah menganggap kau sahabatku, keluargaku yang menemaniku hampir 4 tahunku di tanah rantau ini.
Maaf karena selama ini, yang kau tahu hanya aku yang dingin…
Tolong pahami aku yang sedari dulu tidak bisa mengekspresikan dengan baik makna persahabatan. Tapi sekali lagi,yang bisa aku sampaikan kepadamu adalah permintaan maaf.
Teman,,,kau boleh tertawa, bingung atau mengerenyitkan dahi, berpikir keras tentang arti semua ini…Entah apa isi kepalamu saat membaca ini semua,, entah apa tanggapanmu atas yang aku sampaikan ini…satu hal Teman…Goresan tanganku ini merupakan bentuk kekecewaanku pada diriku sendiri, di momen yang istimewamu ini,, aku tidak bisa hadir… Semoga hidupmu lebih indah setelah momen bahagia ini.. karena kau perlu tahu, bahwa pada momen ini dulu, merupakan salah satu momen paling membahagiakan dalam hidupku…. Sekali lagi Maaf karena telah mengecewakanmu ….Teman…
-Temanmu yang telah mengecewakanmu-
(21112009_17.00)

0 komentar:
Posting Komentar